teori sirkulasi stifin

Teori Sirkulasi STIFIn Farid Poniman (1965-2024): Cara Sempurna Bagaimana Manusia Berinteraksi Secara Alami

Daftar Isi

Elaborasi Cerdas

Konsep STIFIn adalah hasil elaborasi dari beberapa teori populer dalam berbagai disiplin ilmu. Meminjam istilah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), elaborasi adalah penggarapan secara tekun dan cermat. Mengelaborasi artinya menggarap atau mengerjakan sesuatu secara tekun dan cermat. Elaborasi adalah suatu proses atau teknik untuk mengembangkan ide atau informasi dengan lebih detail dan mendalam.

Menarik untuk disimak, hasil dari proses mengelaborasi beberapa teori-teori tersebut, akhirnya STIFIn menemukan ide dan gagasan baru yang penerapannya dapat dilakukan dalam berbagai aspek, seperti pendidikan, pengasuhan, pembelajaran, kesehatan, bisnis, profesi, karir, pasutri, dan lain sebagainya. Ide dan gagasan tersebut, sudah pernah kita bahas dalam artikel yang berjudul “Teori Utama Yang Menjadi Pijakan Dasar Konsep STIFIn”.

Salah satu hasil elaborasi tersebut adalah Teori Strata Genetik STIFIn yang sudah pernah kita bahas juga. Sekarang, kita lanjut lagi membahas teori lain yaitu Teori Sirkulasi STIFIn. Dari sisi makna, kita cari tahu apa pengertiannya, kemudian kita lihat lebih dalam isi teori tersebut, bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Teori Sirkulasi STIFIn

Sirkulasi sendiri bermakna peredaran atau perputaran. Kaitannya dengan Teori Sirkulasi STIFIn adalah bahwa STIFIn menemukan adanya pola hubungan antar Mesin Kecerdasan dalam siklus tertutup dari Mesin Kecerdasan satu ke Mesin Kecerdasan berikutnya. Kita dapat menggambarkan pola tersebut dalam pola hubungan segilama. Itulah mengapa Teori Sirkulasi STIFIn sering juga disebut Teori Hubungan Segilima STIFIn.

Pola Hubungan Mendukung

STIFIn meyakini sidik jari merupakan wajah sistem saraf otak manusia, dengan begitu, jari-jari pada tangan juga mewakili masing-masing mesin kecerdasan. Pada tangan kanan, berurutan mulai dari Ibu Jari mewakili Sensing (S), Telunjuk mewakili Thinking (T), Jari Tengah mewakili Insting (In), Jari Manis mewakili Intuiting (I), dan terakhir Kelingking mewakili Feeling (F).

Pola hubungan lima mesin kecerdasan membentuk sebuah mata rantai mengikuti jari-jari tangan kanan yang dimulai dari ibu jari hingga kelingking. Mengikuti pola tersebut, maka akronimnya bukan lagi STIFIn tapi menjadi STInIF. Hubungan ini adalah pola hubungan yang saling mendukung antar mesin kecerdasan.

  • Tipe S yang rajin mendukung tipe T yang sistematis.
  • Tipe T yang terarah mendukung tipe In yang mengalir.
  • Tipe In yang cepat tanggap mendukung tipe I yang banyak ide.
  • Tipe I yang konseptor mendukung tipe F yang visioner.
  • Tipe F yang pandai memberi semangat mendukung tipe S yang tahan banting.

Pola ini terjadi secara alami mengalir begitu saja tanpa disadari saat masing-masing Mesin Kecerdasan saling bertemu dan berinteraksi dengan Mesin Kecerdasan yang mendukungnya.

Pola Hubungan Menaklukkan

Selain hubungan saling mendukung, kelima Mesin Kecerdasan ternyata juga membentuk hubungan sudut bintang lima yang hubungannya saling menaklukkan. Jika memakai pola jari tangan kanan seperti hubungan saling mendukung, maka polanya melompati satu Mesin Kecerdasan.

  • Tipe S yang berstamina mengalahkan tipe In yang serba tanggung.
  • Tipe In yang responsif mengalahkan tipe F yang banyak omong.
  • Tipe F yang empatik mengalahkan tipe T yang formal berjarak.
  • Tipe T yang memiliki kekuatan arah mengalahkan tipe I yang telalu banyak alternatif.
  • Tipe I yang kreatif mengalahkan tipe S yang peniru.

Inilah konsep dasar dari Teori Sirkulasi STIFIn, yang meyakini adanya pola hubungan antar Mesin Kecerdasan yaitu pola mendukung dan pola menaklukkan.

Penerapan Teori Sirkulasi STIFIn

Sekarang mari kita lihat bagaimana penerapan teori ini dalam berbagai aspek. Dalam pasutri misalkan, suami Sensing memiliki Istri Intuiting. Pola yang terjadi “menaklukkan”, Intuiting menaklukkan Sensing, sehingga hubungan suami istri bisa dikatakan tidak ideal. Karena suami adalah pemimpin keluarga, maka seharusnya suami yang menaklukkan. Bagaimana kalau suami Intuiting istri Insting? Pola yang terjadi “mendukung”, Insting mendukung Intuiting, maka bisa dikatakan hubungan ini bagus.

Dalam mencari pasangan, STIFIn menyarankan untuk menghindari melakukan DUA JANGAN. Pertama, jangan mencari pasangan yang “sama” Mesin Kecerdasan-nya. Alasannya, tidak terjadi sirkulasi. Kedua, jangan mencari pasangan yang “menaklukkan” suami. Alasannya karena sirkulasi yang terjadi melawan arus, suami akan kelelahan karena harus mengeluarkan energi 2 kali lipat untuk bisa sukses. Pertama; mengurus diri, mencari nafkah, dan sukses. Kedua: melawan arus menundukkan istrinya di rumah.

Dalam pendidikan, ketika mencari mentor/guru, pola hubungan “menaklukkan” bisa menjadi acuan. Seorang mentor haruslah orang yang kita hormati, berwibawa, dan segani. Carilah mentor yang menaklukkan atau mengalahkan kita. Tentu kita tidak mau, kemampuan mentor jauh di bawah kita. Maka carilah mentor yang mengalahkan agar kita bisa lebih baik dan lebih cepat berkembang karena mendapatkan limpahan kehebatan dari sang mentor. Mentor terbaik Sensing adalah Intuiting. Mentor terbaik Intuiting adalah Thinking. Begitu seterusnya mengikuti pola “menaklukkan”.

Dalam kesehatan, juga sangat perlu mempertimbangkan dan menggunakan teori Sirkulasi STIFIn ini. Jika kondisi pasien Sensing bertegangan tinggi maka dokter bisa memberikan obat jenis Thinking. Sebaliknya jika kondisi Sensing lemah maka dokter bisa memberikan obat jenis Feeling yang menambahkan energi dukungannya, dst. Intinya, kita bisa menerapkan Teori Sirkulasi STIFIn dalam berbagai aspek kehidupan.

Jalan Sukses yang Tidak Sama

Dengan memahami pola hubungan mendukung dan menaklukkan dalam Teori Sirkulasi STIFIn ini, maka kita mudah mencari dan menemukan “karpet merah” yang sesuai dengan kekuatan yang kita miliki. Mudah menemukan “peta hidup” yang sesuai, lalu menjalaninya dengan penuh kesyukuran dan kesabaran. Ingat, rumus Fenotip 100 % = Genetik 20 % + Lingkungan 80 %, lingkungan adalah faktor yang sangat menentukan, tapi lingkungan yang sesuai dengan genetik, akan jauh lebih banyak menghadirkan kenyamanan, kebahagiaan, dan kesyukuran melewati proses menuju hidup yang Sukses dan Mulia.

Teori Sirkulasi STIFIn menunjukkan bahwa manusia sejatinya adalah makhluk sosial yang membutuhkan dukungan orang lain. Dukungan orang tua, keluarga, teman, sahabat, suami, istri, dan dukungan lainnya. Terlebih lagi jika dukungan itu sesuai dengan pola hubungan sirkulasi STIFIn mendukung. Teori Sirkulasi STIFIn juga menunjukkan bahwa sejatinya manusia tidak boleh sombong. Sehebat apapun, pasti ada yang mampu menaklukkan kita. Ingat, di atas langit masih ada langit.

Setiap mesin kecerdasan memiliki jalan suksesnya sendiri-sendiri. Orang Sensing melewati jalur kaya, sedangkan orang T melewati jalur berkuasa. Orang I melewati jalur pengusaha, sementara orang F melewati jalur kepemimpinan. Dan orang In melewati jalur altruisme. Mereka semua akan berada di puncak tertingginya jika bersedia menjalani kunci sukses masing-masing. Tipe S harus meningkatkan frekuensi, sementara tipe T menetapkan prioritas. Tipe I memperbaiki kualitas kerjanya, sedangkan tipe F mulailah dengan memimpin diri. Dan tipe In menolong orang lain.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Temukan Potensi dan Kecerdasan Genetik Anak Hanya Dalam 7 Hari
error:

7 Hari Mengenal dan Memahami Potensi Genetik Anak*

✅ Memahami potensi dan kecerdasan genetik anak.
✅ Mengenali karakter dan kepribadian anak.
✅ Mengetahui kelebihan dan kekuatan anak.
✅ Menyesuaikan gaya belajar dan komunikasi dengan anak.
✅ Menggali lebih dalam minat dan bakat anak sejak dini.

* Materi langsung dikirim secara pribadi ke WhatsApp

Form Persetujuan