apa itu stifin

Apa Itu STIFIn: Sejarah Perkembangan dan Keunggulan Utama STIFIn Dibanding Konsep Lain yang Sejenis

Daftar Isi

Apa Itu STIFIn?

STIFIn adalah sebuah konsep untuk membedah tipe kecerdasan dan personaliti genetik seseorang berdasarkan sistem operasi otaknya. Sistem Operasi menyimpan banyak sekali informasi yang bisa digali dan dipahami. STIFIn dapat mengetahui potensi, minat, bakat, kepribadian, watak, dan karakter seseorang hanya melalui guratan pada sidik jarinya. Semua informasi ini sangat membantu menjalani hidup pada hampir semua bidang kehidupan, seperti parenting, learning, teaching, bussiness, profession, human reasource, couple, healthy, dan masih banyak lagi.

Sejarah Perkembangan Konsep STIFIn

Tahun 1999, Farid Poniman memulai perjalanan panjang konsep STIFIn dengan mendirikan lembaga Training yang bernama KUBIK Leadership bersama partnernya Indrawan Nugroho dan Jamil Azzaini. Sebelum training dimulai, panita memetakan peserta sesuai dengan jenis kecerdasannya masing-masing. Peserta diminta mengisi kuesioner untuk menyimpulkan jenis personalitinya.

Sebagai sebuh konsep, kala itu STIFIn masih sebuah embrio. Farid Poniman, senantiasa melalukan perbaikan seiring dengan berkembangnya penyelenggaraan training KUBIK Leadership. Akan tetapi, hipotesis STIFIn telah meyakini bahwa manusia memiliki kecerdasan tunggal yang genetik. Konsep kecerdasannya kala itu masih empat yakni S, T, I, dan F, tanpa In. Beliau kemudian menyadari dan menemukan In setelah melakukan observasi panjang khususnya terhadap istrinya sendiri yang memiliki kepribadian bukan termasuk STIF. Sejak itulah kemudian konsep pemikirannya menjadi STIFIn.

Sekarang STIFIn sudah final dengan 5 mesin kecerdasan dan 9 personaliti genetik tanpa memerlukan penyempurnaan lagi. Artinya tidak akan ada jenis kecerdasan keenam dan tidak akan ada personaliti genetik kesepuluh. Namun kemudian masih ada yang skeptis, jangan-jangan nanti masih ada penambahan, masih akan berubah, sehingga tidak layak lagi namanya STIFIn. Sampai akhirnya beliau selaku penemu mengukuhkan dan mematenkan bahwa konsep 5 mesin kecerdasan dan 9 personaliti genetik telah final.

STIFIn dapat membedakan secara telak 5 jenis kecerdasan dan 9 jenis kepribadian seseorang. Bahkan pola hubungan diantara lima jenis kecerdasan dan sembilan kepribadian dapat distrukturkan secara tepat sehingga mudah dimengerti. STIFIn sendiri adalah assembling dari berbagai teori-teori psikologi, neurosaintis, dan ilmu pengetahuan tentang pengembangan diri untuk mengenali dan memahami jenis kecerdasan dan personaliti setiap manusia.

Keunggulan Konsep STIFIn

Setelah melalui perjalanan panjang, kini konsep STIFIn sudah sangat kokoh. Kekuatan utama atau kelebihannya terletak pada konsep yang Simpel, Akurat, dan Aplikatif.

Simpel

STIFIn mengelompokkan milyaran manusia hanya dalam 5 mesin kecerdasan dan 9 personaliti genetik. Kita tidak pusing dengan pengelompokan manusia dalam banyak kotak. Jika berkaitan dengan kecerdasan, STIFIn cukup 5 kotak, yaitu S,T, I, F, In. 5 mesin kecerdasan itu mencakup seluruh jenis kecerdasan yang ada. Manusia di muka bumi ini pasti memilikinya.

Konsep kecerdasan tunggal STIFIn lebih mampu menjelaskan realitas otak dalam keseharian. Itulah penjelasan kenapa konsep STIFIn yang menganut kecerdasan tunggal lebih aplikatif ketimbang konsep kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligence (MI). Sebagai analogi seperti kepemimpinan seorang ayah dalam keluarga. Menurut konsep STIFIn setiap orang memiliki seluruh otak, namun hanya ada satu yang memimpin. Sebaliknya menurut MI ada dua, tiga, atau empat yang memimpin.

Akurat

Semua itu karena STIFIn menguraikan cara kerja otak berdasarkan sistem operasinya, bukan kapasitas hardware-nya. Bayangkanlah satu komputer, hardware adalah perangkat keras, sedangkan sistem operasi adalah yang berfungsi menghubungkan antara perangkat keras dengan aplikasi, seperti Windows, Linux, Android, dan Macintosh. IQ itu adalah perangkat keras. Dengan demikian, mengukur IQ sama dengan mengukur kapasitas hardware

Berbeda dengan konsep yang lain, STIFIn menggunakan sistem operasi yang berbicara tentang jenis kecerdasan. Tiap jenis kecerdasan punya wataknya sendiri-sendiri. Jadi, STIFIn memetakan otak bukan berdasarkan belahan otak yang paling besar volumenya, melainkan berdasarkan belahan otak yang paling aktif berfungsi. STIFIn menyebutnya sebagai sistem operasi atau mesin kecerdasan.

Membagi otak berdasarkan belahan otak yang berperan sebagai sistem operasi inilah yang membuat STIFIn akurat. Dalam sistem operasi tidak ada wilayah abu-abu, setiap jenis kecerdasan, seaneh apapun itu, STIFIn mengelompokkannya ke dalam salah satu dari 5 mesin kecerdasan yang ada, dengan garis pemisah yang tegas.

Aplikatif

Karena konsep STIFIn bercirikan multy-angle field yang artinya, STIFIn memungkinkan untuk dapat menjelaskan bidang apa saja. Mengaplikasikan STIFIn pada bidang learning, profession, parenting, couple, politic, human resources, dan bidang lainnya adalah sangat memungkinkan. Kenapa pasangan suami istri tidak harmonis? Kita dapat memakai STIFIn sebagai pisau untuk membedah pertanyaan itu. Tidak itu saja. STIFIn sudah menyiapkan modul-modul training secara tematik dari masing-masing topik tadi. Ketika konsep lain masih berkutat pada masalah-masalah umum, STIFIn sudah jauh di depan dengan menyiapkan training untuk masalah spesifik.

Paket Genetik Kelebihan dan Kekurangan

Nah inilah konsep kecerdasan STIFIn yang bersumber dari belahan otak dan lapisan otak manusia yang dominan. Satu sisi. ini merupakan kelebihan sebagai anugerah dari Allah dan senantiasa harus kita syukuri. Satu sisi. bisa jadi kita memandangnya sebagai kelemahan dan kita harus bersabar dengan kondisi itu. Manusia diciptakan satu paket, lengkap dengan segala kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

Pada akhirnya, menggunakan pendekatan konsep STIFIn akan jadi lebih mudah, yaitu dengan meyakini sistem operasi dominan sebagai suatu kelebihan kemudian mensyukuri dan memberi investasi yang besar pada kelebihan tersebut. Sedangkan kecerdasan yang bukan sistem operasi, biarkan dan berikan ruang untuk berkembang secara alamiah dan menjalankannya dengan penuh kesabaran. Kombinasi mensyukuri kelebihan dan bersabar dengan kelemahan menggunakan ilmu yang tepat, akan membuat kita semua selamat sampai di tempat terbaik dan terindah.

Referensi:

  1. Poniman, Farid, dan Ariezta, M. 2019. Pancarona: Buku Pegangan Peserta WSL 2. Bekasi: Yayasan STIFIn
  2. Poniman, Farid. 2014. Penjelasan Hasil Tes STIFIn. Bekasi: STIFIn Institute
  3. Poniman, Farid, dan Mangussara, R. A. 2013. Konsep Palugada: Apa Lu Mau Gua Ada. Jakarta: STIFIn Institute
  4. An-Nabhani, A. S, Ramadhani, A., Pratiwi, A. N. 2020. Gue Banget!. Bekasi: guebanget.id.
  5. STIFIn. STIFIn Personality. Diakses 30 November 2023. https://stifin.com/page/artikel/STIFIn-Personality

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Temukan Potensi dan Kecerdasan Genetik Anak Hanya Dalam 7 Hari
error:

7 Hari Mengenal dan Memahami Potensi Genetik Anak*

✅ Memahami potensi dan kecerdasan genetik anak.
✅ Mengenali karakter dan kepribadian anak.
✅ Mengetahui kelebihan dan kekuatan anak.
✅ Menyesuaikan gaya belajar dan komunikasi dengan anak.
✅ Menggali lebih dalam minat dan bakat anak sejak dini.

* Materi langsung dikirim secara pribadi ke WhatsApp

Form Persetujuan